adios
“So I broke up with her.” Ia melanjutkan. “Dan ketika tahu bahwa Mirza mau ngajak kamu travelling liburan ini, aku langsung bilang kalau aku ikut—tapi aku bilang sama dia supaya kamu nggak usah tahu.” Ia kemudian tertawa gugup. “I just can’t handle it if I lose this chance. I talked to Mirza about my feeling dan dia bilang, semuanya terserah kamu, Ad. Whatever makes you happy, will make him happy too. But the question is,” ia mengalihkan pandangannya ke arahku yang dengan serta merta balas menatap mata tajamnya dan langsung merasa terjebak karena sama sekali nggak bisa keluar dari sana. “Will you be happy with me? That’s the most worrying part of all. So, Adrianna Fernandhita Fauzi, I just want to ask you a question. Aku nggak akan nanya ini untuk kedua kalinya.”
Aku menahan napas. Hampir mau mati rasanya menantikan kata-kata berikut yang akan keluar dari bibirnya.
Lalu sambil tersenyum tipis, ia bertanya, “Mau kan kamu nungguin aku satu tahun lagi, sampai aku balik ke Jakarta?”
Impossible by Nina Ardianti.