adios
(via adegzatnikabumi)
Tau es krim Magnum? Yang katanya for pleasure seekers, yang katanya enak banget, blablabla. Pokoknya kesannya Magnum tuh spekta banget.
Terlepas dari tujuan perusahaan untuk memuaskan banyak kalangan, aing sih lebih gangerti sama esensi si ‘rasa’ itu sendiri.
Pertama, maneh penasaran sama…
sndt:
Mencicipi cerita dan turut memberi rasa,
Seperti yang di dalam katakan pada yang di atas,
Kalau kamu memang dari dulu tidak merasakan apa yang saya rasakan, rasa yang biasa orang bilang suka dan sayang, tidak apa, karena kamu tidak salah. Saya yang salah menilai kamu, saya yang terlalu…
:(
saya.selalu.bangga. menjadi bagian dari kamu :)
kangen belitung 8 :)
how i love this school
(Source: raisahn, via zafirahanarum)
Mungkin awalnya kita berbeda
Dahulu tak ada rasa cinta
Namun sekarang kita sama
Berdiri
Di bawah nama SMA 3
Kita akan selalu bangga
Karena kita satu keluarga
Kita akan selalu kuat
Karena kita tetap erat
Satu langkah kaki beranjak maju
Disanalah kita bertemu
SMA 3 yang kita tuju
Meraih masa depan
Dua ribu dua belas
(via zafirahanarum)
Is she stupid enough to be oblivious of something that is too real? Terlalu nyata sampai harus menahan diri untuk tidak membuka mata, telinga dan hati. Harus menghindari jauh2 fakta yang terpampang secara jelas didepan muka, menamparnya.
Dia sudah tau. Tapi dia tetap ingin tau, lalu melanjutkan berpura2 tidak tau, awalnya. Dia coba membuka setengah mata. Dia terkejut, karena rasa sakitnya jauh melebihi apa yang dia bayangkan sebelumnya. Dia tidak bodoh, dia tau, dia sudah memperkirakan dan bisa menebak. Yang dia tidak tau, dia telah melayang jauh sekali diatas bumi. Jadi ketika dia membuka setengah mata, jatuhnya sakiiiiiit banget.
Dia memang bodoh. Setelah jatuh, dia bukan bertekad untuk membuka mata selebar2nya dan menahan kaki keras2 di bumi. Tapi dia memilih untuk kembali menutup mata, melayang, dan tidak akan pernah membuka mata sedikit pun.
Aku tanya padanya, kenapa? Padahal pasti, pasti dia akan jatuh sekali lagi. Faktanya sudah jelas dan tidak diragukan lagi. Cepat atau lambat dia akan jatuh lagi.
“Izinkan aku berbahagia, sampai saat itu datang” Dia bahagia di udara, jadi tolong biarkan saja, ya?
Sahabatku, usai tawa ini
Izinkan aku bercerita:
Telah jauh, ku mendaki
Sesak udara di atas puncak khayalan
Jangan sampai kau di sana
Telah jauh, ku terjatuh
Pedihnya luka di dasar jurang kecewa
Dan kini sampailah, aku di sini…
Yang cuma ingin diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring…sakit
Yang sudi dekat, mendekap tanganku
Mencari teduhnya dalam mataku
Dan berbisik: “Pandang aku, kau tak sendiri, oh dewiku…:
Dan demi Tuhan, hanya itulah yang
Itu saja kuinginkan
Telah lama, kumenanti
Satu malam sunyi untuk kuakhiri
Dan usai tangis ini, aku kan berjanji…
Untuk diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring…sakit
Menentang malam, tanpa bimbang lagi
Demi satu dewi yang lelah bermimpi
Dan berbisik: “Selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku…”
Wahai Tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi





